Kiat Mendapatkan Jodoh yang Sholihah
Januari 25, 2010 pukul 10:54 am | Ditulis dalam Soal Jawab | Tinggalkan komentarSoal:
Assalamu’alaikum. Ustadz, ana ingin tanya bagaimanakah kiat untuk mendapatkan jodoh yang sholihah? (Hamba Alloh, Sidoarjo, 08133268xxxx)
Jawab:
Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Siapkan diri menjadi laki-laki yang sholih, karena laki-laki yang sholih insya Alloh akan mendapat jodoh yang sholihah. Perhatikanlah firman Alloh subhanahu wa ta’ala:
…dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)… (QS. an-Nur [24]: 26)
Untuk menjadi orang yang sholih, tuntutlah ilmu dien Islam sebanyak-banyaknya dari ahlinya, dan berusahalah mengamalkan ibadah-ibadah yang wajib dan sunnah, serta meninggalkan semua yang harama dan yang makruh.
Sederhanalah dalam segala urusan dunia agar sempat menuntut ilmu dan beribadah. Dan berlatihlah sabar ketika menghadapi masalah, karena kesungguhan dan kesabaran adalah pangkal kebaikan dunia dan akhirat.
Selanjutnya, carilah wanita yang baik akidah, ibadah dan akhlaknya, karena pada umumnya wanita itu kurang akal dan agamanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Wanita itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya, atau karena baik agamanya; pilihlah wanita yang baik agamanya niscaya kamu akan bahagia.” (HR. Bukhori 4700)
Carilah wanita yang tidak suka keluar rumah dan tidak suka bergaul dengan laki-laki yang bukan mahromnya (baca surat al-Ahzab [33]: 23)
Carilah wanita yang qona’ah, banyak anak, penyantun dan pemalu. Semua itu bisa ditanyakan lewat orang yang dekat dengannya. Dari Mi’qol bin Yasar radhiallahu ‘anhu dia berkata, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Nikahilah wanita yang penyayang dan banyak anaknya karena aku menginginkan umatku banyak.” (HR. Abu Dawud 1754, dan dishohihkan oleh al-Albani dalam Silsilah al-Hadits ash-Shohihah 1/286)
Bila memungkinkan, carilah istri dari keluarga yang baik bukan dari keluarga yang rusak akidah dan moralnya. Karena baiknya keluarga akan membantu ketenangan jiwa.
Wahai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina. (QS. Maryam [19]: 28)
[Dikutip dari Rubrik Konsultasi Pranikah yang diasuh oleh Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron hafidzahullah, Majalah al-Mawaddah vol.20]
Tinggalkan sebuah Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.