Mutiara Ramadhan
Agustus 17, 2009 pada 3:00 pm | Ditulis dalam Mutiara Cinta | Tinggalkan KomentarRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan….
Bulan yang penuh dengan berkah
Bulan di dalamnya Allah mewajibkan pada kalian berpuasa…..
Bulan dimana semua pintu surga dibuka dan ditutup semua pintu neraka
Bulan di dalamnya para syaithan tak berdaya melakukan makarnya
Bulan didalamnya terdapat sebuah malam dimana ibadah di dalamnya bernilai lebih baik daripada seribu bulan…
Bagi siapa yang telah menyia-nyiakannya dia telah kehilangan berkahnya.
(HR. Nasai dan Baihaqi)
Saudaraku…..
Sayup-sayup surau telah memanggil
Lantunan ayat-ayat suci mendayu hingga ke pesisir
Menggelitik jiwa yang rindu untuk bertakbir
Mengais amal sebagai bekal di hari akhir
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
….مَنْ صَامَ رَمَضَانَ
“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan….”
Beliaupun bersabda :
….مَنْ َقَامَ رَمَضَانَ
“Barangsiapa yang menegakkan sholat (tarawih) di bulan Ramadhan….”
إِيْمَانًاوَاحْتِسَابًاغُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Hanya lantaran panggilan iman dan mengharapkan pahala kebaikan, niscaya Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari)
Saudaraku….
Berapa banyak hari demi hari telah berlalu
Berapa banyak amal perbuatan tiada menentu
Tiada peduli dan tanpa mengenal rasa malu
Hanya sekedar menghambur-hamburkan waktu
Sadarilah wahai saudaraku….
Sesungguhnya waktu adalah kesempatan yang tak selalu datang
Dia hanyalah nafas yang pendek dan umur yang berbilang
Dia lewat bak awan yang menerjang
Dia lari bak angin yang berhembus kencang
Hari demi hari telah berlalu…
Saat-saatnya pun kini telah lenyap…
Tanpa berjanji untuk kembali walau sesaat
Imam Hasan al-Basri rahimahullah berkata:
يَا ابْنَ آدَم إِنَّمَا أًنْتَاالأ يَّامُ فَإِذَاذَهَبَ أًياَّمُكَ ذَهَبَ عُمْرُكَ
“Wahai anak manusia sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari-hari, jika harimu telah pergi maka lenyaplah umurmu”
Saudaraku….
Jika engkau selalu terhindar dari segala petaka…
Bukan berarti engkau adalah seorang perkasa
Sadarkah engkau terhadap sebuah bahaya…
Keranda mayat yang selalu siaga
Seorang penyair berkata:
إِنَّ ابْنَ آدَمَ وَإِنْ طَا لَتْ سَلاَمَتُهُ
يَوْمًا عَلَى آلَةِ الْحَدْ بَإِ مَحْمُوْلُ
Setiap anak adam walau selamat
Sepanjang hidupnya,
Suatu hari dia pasti akan berbaring tak berdaya di dalam keranda mayat yang mengasungnya”
Saudaraku…
Ingatkah engkau wasiat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam
لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسىٍِ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَ أًفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أًبْلاَهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أًنْفَقَهُ وَمَاذَاعَمِلَ فِيمَا عَلِمَ
Tidak akan beranjak kaki seorang hamba dari hadapan Allah pada hari Kiamat hingga dia ditanya tentang lima perkara tentang umurnya kemana dihabiskan dan tentang masa mudanya dimana dia hamburkan kemudian tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan kemana dia belanjakan serta tentang ilmu yang dimilikinya apakah telah dia amalkan. (HR. Tirmidzi)
Saudaraku….
Tidak ingatkah engkau Dia memanggil ?
Setiap jiwa yang ingin berhasil
Mengharap kasih dari Sang Maha Adil
Demi kebahagiaan di hari akhir
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu yang balasannya adalah surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran : 133)
Saudaraku….
Kini Ramadhan telah menjelang maka persiapkan dirimu untuk menyambutnya…
Sadarlah engkau terhadap kesempatan…
Jangan terbuai oleh angan-angan
Belum tentu di tahu depan dai akan dating
Seorang penyair berkata :
يَاذَا اَّلذِيْ مَاكَفَاهُ الذَّنْبُ فِيْ رَجَبٍِ
حَتىَّ عَصَى رَبَّهُ فِيْ شَهْرِ شَعْبَا
لَقَدْأَظَلَّكَ شَهْرَ الصَّوْمِ بَعْدَهُمَا
فَلاَتُصَيَّرْهُ أَيْضًاشَهْرَعِصْيَان
وَاتْلُ الْقُرْآنَ وَسَبَّحْ فِيْهِ مُجْتَهِدًا
فَإِنَّهُ شَهْرُ تَسْبِيْحٍِ وَقُرْآنِ
كَمْ كُنْتَ تَعْرِفُ مِمَّنْ صَامَ فِيْ سَلَفٍِ
مِنْ بَيْنِ أَهْلٍِ وَجِيْرَانٍِ وَإِخْوَانٍِ
أَفْنَاهُمُ الْوَتُ وَاسْتَبْقَاكً بَعْدَهُمُو
حَيًّا فَمَاأَقْرَبَ الْقَاصِي مٍنَ الدَّانِي
Wahai jiwa yang tidak puas berbuat dosa
di bulan Rajab
hingga dia bermaksiat lagi di bulan Sya’ban
Telah datang kepadamu bulan puasa setelah keduanya
Jangan pula kau jadikan bulan bergelimang dosa
Bacalah Al-Qur’an dan bertasbihlah kepada-Nya dengan segala ketulusan
Inilah bulan tasbih dan bacaan Al-Qur’an
Berapa banyak mereka dahulu berpuasa
Keluarga, tetangga, hingga saudara
Maut telah menjemput mereka, meninggalkanmu sebatang kara
Sungguh alangkah dekatnya kematian itu dari pada mereka yang berada di samping kita
Saudaraku…ingatlah apa kata mereka :
تَزَوَّدْمِنَ التَّقْوَى فَإِنَّكَ لاَتَدْرِيْ
إِذَا جَنَّ الّلَيْلُ هَلْ تَعِيْشُ إِلَى الْفَجْرِ
فَكَمْ مِنْ عَرُوْسٍِ زَيَّنُو هَالِزَوْجِهَا
وَقَدْأُخِذَتْ أَرْوَاحُهَالَيْلَةَالْفَجْرِ
وَكَمْ مِنْ صِغَارٍيُرْتَجَى طُوْ لُ عٌمْرِهِمْ
وَقَدْأُدْخِلَتْ أَجْسَادُهُمْ ظُلْمَةَالْقَبْرِ
وَكَمْ مِنْ سَقِيْمٍِ عَاشَ حِيْنًا مِنَ الدَّهْرِ
وَكَمْ مِنْ فَتىً أَمْسَى وَأَصْبَحَ لاَهِيًا
وَقَدْنُسْجَتْ أَكْفَانُهُ وَهُوَ لاَيَدْرِيْ
فَكُنْ مُخْلِصًاوَاعْمَلْ مِنَ الخَيْرِدَاءِمًا
لَعَلَّكَ تَحْظَى بِالْمَثُوْبَةِ وَاْلأَجْرِ
فَدَاوِمْ عَلَى تَقْوَى اْلإِلهِ فَإِنَّهَا
أَمَانٌُ مِنَ الأَهْوَالِ فٍيْ مَوْقِفِ الحَشْرِ
Berbekallah dengan ketakwaan karena engkau tidak mengerti
Jika jelang malam mencekam, akankah engkau hidup hingga esok hari
Berapa banyak para pengantin demi pasangannya diapun berhias
Akan tetapi ruhnya telah melayang di malam hari
Berapa banyak anak-anak kecil, mereka harapan di kemudian hari
Akan tetapi di dalam kubur kini mereka terselimuti
Berapa banyak mereka yang sehat mati tanpa penyakit
Padahal yang sakit masih bernyawa hingga masa kini
Berapa banyak para pemuda, mereka lalai dari sore hingga pagi
Padahal kafannya telah menanti sedang dia tak menyadari
Ikhlaskan niat dalam segala amal kebajikan
Niscaya pahala akan selalu kau raih Kepada Allah subhanahu wa ta’ala bertaqwalah selalu
Itulah keselamatan dari petaka sesudah mati
Bertaqwalah engkau selalu kepada Allah
Karena itu yang akan mendatangkan keterangan dari ketakutan hari kiamat nanti
Saudaraku…
Setiap orang ingin bahagia..
Setiap orang ingin hidup selamat sentosa..
Berapa banyak diantara mereka yang salah melangkah….
Ujungnya hanyalah penyesalan belaka…
Seorang penyair berkata:
تَرْجُو النَّجَاةَ وَلَمْ تَسْلُكْ مَسَالِكَهَا
إِنَّ السَّفِيْنَةَ لاَ تَجْرِيْ عَلَى الْيَبَسِ
Engkau mendambakan keselamatan tapi jalannya tidak engkau lalui
Sesungguhnya kapal tidak akan berlayar di atas daratan ini.
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala melimpahkan taufiq-Nya kepada kita semua……Amin
Disusun: Muhammad Chusnul Yaqin
——ooooo——-
[Disalin dari Majalah Adz-Dzakhiirah Edisi 22 th.IV, Sya’ban 1427H- September 2006M]
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.