Kelemahlembutan perhiasan akhlak seorang mukmin

Juni 5, 2009 pukul 4:33 pm | Ditulis dalam Mutiara Akhlaq | 1 Komentar

“Sesungguhnya tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah kelembutan itu dicabut dari sesuatu melainkan akan menjadikannya buruk.” (HR. Muslim: 4698)

Demikianlah pesan Rosulululloh
shallollohu ‘alaihi wa sallam kepada kita semua umatnya agar senantiasa menghiasi akhlak kita dengan kelemahlembutan. Karena dengan kelemahlembutan segala sesuatu akan menjadi indah, dan tanpanya akan terasa gersang.

Sifat yang Disukai Alloh subhanahu wa ta’ala

Seorang muslim yang mengaku selalu mengagungkan ajaran Alloh subhanahu wa ta’ala dan Rosul-Nya hendaknya bersikap lembut dan halus terhadap muslim yang lain. Sebab, kelembutan dan kehalusan adalah karakter yang sangat disukai Alloh subhanahu wa ta’ala. Dan lagi, karakter itu bisa menjadikan pemiliknya lebih didekati dan disukai orang lain. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik. Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. (QS. Fushshilat [41]: 34-35)

Banyak nash-nash yang menganjurkan kepada kita agar bersikap lemah lembut dan menekankan bahwa lemah lembut itu merupakan sifat yang tinggi yang harus ditumbuhsuburkan pada masyarakat Islam dan dijadikan pegangan oleh setiap muslim. Cukuplah seorang muslim itu tahu bahwa sifat lemah lembut termasuk salah satu sifat Alloh subhanahu wa ta’ala Yang Mahatinggi. Dia menghendaki agar sifat ini tertanam di dalam diri para hamba-Nya. Rosulululloh shallollohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Alloh itu lembut dan menyukai kelembutan dalam seluruh perkara.” (HR. Bukhori: 6415, Muslim: 4697)

Kebaikannya Tak Dijumpai Pada Sifat-sifat yang Lain

Lemah lembut merupakan sifat yang sangat agung yang pahalanya begitu besar, pahala yang besar itu yang tidak akan didapati pada sifat-sifat yang lain. Rosulululloh shallollohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Alloh itu lembut dan menyukai kelembutan, memberikan kepada kelembutan sesuatu yang tidak diberikan kepada kekasaran dan kepada sifat-sifat yang lainnya.” (HR. Muslim: 4697)

Perhiasan Berharga bagi Segala Sesuatu

Sifat lembut adalah perhiasan bagi segala sesuatu. Bila sifat lembut itu ada pada diri seseorang maka dia akan menjadi orang terpandang dan akan lebih disukai. Sebaliknya, orang yang sepi dari sifat lembut maka dia akan menjadi buruk di hadapan orang lain.

Rosulululloh shallollohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah kelembutan itu dicabut dari sesuatu melainkan akan menjadikannya buruk.” (HR. Muslim: 4698)

Alloh subhanahu wa ta’ala menjadikan sifat lembut ini sebagai sifat nabi-Nya. Firman Alloh subhanahu wa ta’ala :

…..Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu…. (QS. Ali Imron [3]: 159)

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS. At-Taubah [9]: 12)

Berlemah Lembut di Dalam Setiap Keadaan

Nabi shallollohu ‘alaihi wa sallam mengajarkan sifat lembut kepada para sahabatnya dalam bermuamalah dengan orang lain, dan mengarahkan mereka kepada tindakan yang baik lagi indah. Beliau mengajarkan kelembutan ini dalam setiap perkara dan keadaan, sampai dalam keadaan marah sekalipun. Diriwayatkan oleh Aisyah radhiallohu ‘anha:

“Sesungguhnya Alloh subhanahu wa ta’ala mencintai kelembutan dalam setiap perkara.” (HR. Bukhori: 5916)

Diriwayatkan pula oleh sahabat Abu Huroiroh radhiallohu ‘anhu:

“Ada seorang badui yang kencing di masjid, lalu orang-orang berdiri menghampirinya, kemudian Nabi shallollohu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Biarkan dia, dan siramlah air kencingnya itu dengan satu ember air. Sesungguhnya kalian diutus untuk memberikan kemudahan bukan untuk menyulitkan.’”(HR. Bukhori: 5663)

Ukuran Kebaikan Seseorang

Kelembutan merupakan kebaikan bagi semuanya. Karena itu, barangsiapa menerapkannya maka dia akan mendapatkan seluruh kebaikan, dan barangsiapa yang menjauhinya maka diharamkan baginya seluruh kebaikan. Nabi shallollohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang tidak memiliki kelembutan maka diharamkan baginya kebaikan seluruhnya.” (HR. Muslim: 4695)

Kebaikan Bagi Keluarga

Kebaikan akan didapat oleh setiap individu, keluarga dan semua orang apabila mereka mau membudayakan kelembutan dalam kehidupan mereka. Rosululloh shallollohu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiallohu ‘anha:

“Wahai Aisyah, berlemahlembutlah! Sesungguhnya apabila Alloh menghendaki kebaikan bagi suatu keluarga, Dia akan menunjuki mereka kepada pintu kelembutan.” (HR. Ahmad: 23591)

Dan dalam suatu riwayat disebutkan:

“Jika Alloh menghendaki kebaikan pada sebuah keluarga maka Dia akan memasukkan kelembutan ke dalam hati mereka.” (HR. Ahmad: 23290)

*********

[Sumber: Majalah al-Mawaddah Edisi ke-5 tahun ke-2::Dzulhijjah 1429H::Desember 2008, Oleh: Ust. Abu Qotadah]

1 Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. Assalamualaikum..

    setuju banget, Barr..


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.