Harimu Ialah Hari yang Sedang Engkau Jalani
Juni 5, 2009 pukul 4:41 pm | Ditulis dalam Gado-Gado | 3 KomentarApa kiranya manfaat yang didapat seseorang ketika ia kembali menggergaji hasil gergajian tukang kayu atau ketika ia kembali menumbuk tepung….sebagaimana yang sering dikatakan?
Sudah jelas jawabannya ialah tidak ada sama sekali!
Akan tetapi banyak orang melakukan hal ini, baik secara jelas nyata maupun tidak, bagaimana hal itu terjadi?
Yaitu ketika ia kembali membolak-balik lembaran-lembaran masa lalunya, mengingat-ingat kembali peristiwa-peristiwa yang memilukan, kegelisahannya, kesedihannya padahal semua itu telah berlalu dengan segala yang dibawa berupa kebaikan dan keburukan.
Atau ketika ia memikirkan masa depannya, dengan membayangkan segala kemungkinan yang bisa terjadi dari berbagai kejadian dan masalah, lalu ia pun mulai merasakan ketakutan, kegelisahan, kekalutan, dan kepedihan, padahal semua itu belum terjadi sama sekali!
Baik cara pertama maupun cara kedua, sama-sama tidak memberikan hasil apapun, hanya akan memberikan pengaruh negatif.
Jika demikian, bagaimanakah cara bijak untuk menyikapi masa lampau, masa kini, dan masa mendatang?
Untuk masa lampau, cukuplah kita mengambil pengalaman dan pelajaran dari setiap peristiwa dan kejadian, lalu segera kita tutup file-file yang menyedihkan dan kita lipat lembaran-lembaran suram.
Untuk masa mendatang, maka ia adalah rencana yang mendatang, persiapan sebaik mungkin, disertai musyawarah, istikharah dan isti’anah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar seseorang tidak terjerumus dalam kesalahan yang akan menjadi penyesalan semata.
Untuk masa kini, maka ia adalah medan yang harus menjadi curahan perhatian dan konsentrasi, dengan memanfaatkan semua yang bisa dimanfaatkan….tiap jamnya, tiap menitnya dan tiap detiknya, karena itulah yang ada ditangan kita saat ini. Sebaik apa kita bisa memfungsikan masa kini maka sebaik itu pulalah kita mempersiapkan masa mendatang, dengan izin dan bimbingan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jika setiap orang menanamkan pada dirinya ungkapan “Aku tidak hidup kecuali pada hari ini,” maka kesempatan ini akan menjadi media yang subur untuk perubahan, kreatifitas, perbaikan, konsistensi, kebahagiaan, dan ketenangan.
Pencerahan Ide
Apa pendapatmu jika engkau berusaha untuk mempraktekkan hidup hanya sehari, agar sehari ini menjadi prototipe terindah dalam hidupmu?
Engkau laksanakan semua kewajiban sebaik mungkin dan engkau jauhi semua bentuk kemaksiatan dan kemungkaran sehari itu, engkau bersihkan darinya duri-duri dengki, benci dan kedzhaliman, lalu engkau tanami hari itu dengan bunga-bunga cinta kasih, rendah hati, sayang kepada orang lain, agar engkau tahu betapa agung hasil yang akan engkau dapatkan, dari kebahagiaan hati, dari kesuciaan iman, dari kegembiraan jiwa serta tentunya pahala akhirat yang sangat agung!
Dengan harapan untuk menjadikan hari-harimu setelah itu, menjadi prototipe-prototipe islami yang cemerlang. Di atas petunjuk Allah dan Rasul-Nya…..
[Disarikan dari buku “Melejitkan Potensi Diri”, untuk seseorang yang sedang ‘galau’,, who is he or she!? Yang merasa aja…]
3 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.
hmmhmmhmm…
Bar, i wonder, boleh nda sy nyumbang tulisan di blog kmu? soalnya nda punya blog sendiri…
Comment by Fian— Juni 5, 2009 #
@ Fian : Boleh aja,, silahkan kirim ke mutiaraku4@gmail.com
Comment by awhe— Juni 10, 2009 #
baru tau blognya hasbar… ternyata mutiaranya ada di sini (* mutiara semua judul kategorinya
klw ada artikel atau tulisan2 baru, share aja di fb, biar banyak yang baca, jd banyak manfaat juga… :)
Comment by uci— Juli 5, 2010 #